INDIRECT
• Friend said that he was slept koala
• Kancil said that my dream it super hero
• Kancil said to koko that his dream was superhero
• Says joey why?
• Kancil said to okko that a superhero couldn’t sleepy
• Joy said to okko that he wasn’t fet to be a superhero
My Blog
Senin, 21 Februari 2011
okko the sleep koala
Okko the sleepy koala
Okko is a kindhearted and lovely koala kid. He has a pal named joey the kangaroo. Unlike okko, joey can easily hop and run fast. Joey always mocks him as slow as snail. However, okko loves him very much.
Truthfully, okko has a really distrurbing habit. He can easily fall asleep, anywhere and anytime. That’s why everyone calls him “okko the sleepy koala”.
Okko is very sad actually. But he should seem happy to be liked. So he just smiles and laughy homes whenever his friends embarrass him.
One day in the school, madam emma assigns everyone to share their dreams in front of class. It comes to ,okko’s turn. He stands there with trembling figers, stutter reading his notes, “my dream is to be a superhero”. The entire class the explodes in laughs and yells.
Along the way home, joay keeps giggling at okko. “you’re not fit to be a superhero, Buddy!” says joey. “why?” asks okko regretful. He wishes his best friend can be little supportive this time. “A superhero can’t be sleepy, okko. And you’re very sleepy koala!”
“help me!”
okko looks toward
“do you hear that, joey?”
“Nope. Just a sound of wind.”
“help me! Aomebody help me!!!” the voice repeats.
Okko and joey then run for that voice and arrive at the old bridge.
Guess who they find there! Madam emma!
“ please save my baby!” she begs and points a baby basket, it floats on the torrent river. Luckily, it is hold by an old wood. But surely it can be drifted by the stream anytime.
“joey, save her!” urges okko.
“i-err—I really wish I can, buddy…but i…err am too afraid…”
Okko is also afraid indeed.
But then he encourages himself to jump down to the water. “okko, be careful!!!!” cries madam emma.
Okko tries very hard to reach the basket.
The stream strikes him, but okko refuses to surrender.
“ oh, it must very paintful…keep figting, PA!!!!shouts joey.
Once his right hand grasps the basket, okko pulls it and swim to the riverside. He is welcomed by tears and joy in madam emma’s eyes…and surely, by amazement in joey’s gaze.
“sory forall, my buddy,”joey apologize.
“I draw all my mocks on you.
You deserve to be a superhero “.
Okko smiles warmly and hugs smiles his best friend tightly.
Since tht day, nobody calls him okko the sleepy koala anymore. Everybody know now, that there is a superhero inside his heart. Though, he is still sleepy…anywhere and anytime!
Bravery cannot be seen by judging one’s outer appearancy situation. Therefore, never measure others on their mein.
Okko is a kindhearted and lovely koala kid. He has a pal named joey the kangaroo. Unlike okko, joey can easily hop and run fast. Joey always mocks him as slow as snail. However, okko loves him very much.
Truthfully, okko has a really distrurbing habit. He can easily fall asleep, anywhere and anytime. That’s why everyone calls him “okko the sleepy koala”.
Okko is very sad actually. But he should seem happy to be liked. So he just smiles and laughy homes whenever his friends embarrass him.
One day in the school, madam emma assigns everyone to share their dreams in front of class. It comes to ,okko’s turn. He stands there with trembling figers, stutter reading his notes, “my dream is to be a superhero”. The entire class the explodes in laughs and yells.
Along the way home, joay keeps giggling at okko. “you’re not fit to be a superhero, Buddy!” says joey. “why?” asks okko regretful. He wishes his best friend can be little supportive this time. “A superhero can’t be sleepy, okko. And you’re very sleepy koala!”
“help me!”
okko looks toward
“do you hear that, joey?”
“Nope. Just a sound of wind.”
“help me! Aomebody help me!!!” the voice repeats.
Okko and joey then run for that voice and arrive at the old bridge.
Guess who they find there! Madam emma!
“ please save my baby!” she begs and points a baby basket, it floats on the torrent river. Luckily, it is hold by an old wood. But surely it can be drifted by the stream anytime.
“joey, save her!” urges okko.
“i-err—I really wish I can, buddy…but i…err am too afraid…”
Okko is also afraid indeed.
But then he encourages himself to jump down to the water. “okko, be careful!!!!” cries madam emma.
Okko tries very hard to reach the basket.
The stream strikes him, but okko refuses to surrender.
“ oh, it must very paintful…keep figting, PA!!!!shouts joey.
Once his right hand grasps the basket, okko pulls it and swim to the riverside. He is welcomed by tears and joy in madam emma’s eyes…and surely, by amazement in joey’s gaze.
“sory forall, my buddy,”joey apologize.
“I draw all my mocks on you.
You deserve to be a superhero “.
Okko smiles warmly and hugs smiles his best friend tightly.
Since tht day, nobody calls him okko the sleepy koala anymore. Everybody know now, that there is a superhero inside his heart. Though, he is still sleepy…anywhere and anytime!
Bravery cannot be seen by judging one’s outer appearancy situation. Therefore, never measure others on their mein.
Jumat, 29 Oktober 2010
MANUSIA DAN KEADILAN
Dalam hidup dan kehidupan, setiap manusia dalam melakukan aktifitasnya pasti pernah menemukan perlakuan yang tidak adil atau bahkan sebaliknya, melakukan hal yang tidak adil. Dimana pada setiap diri manusia pasti terdapat dorongan atau keinginan untuk berbuat kebaikan “jujur”. Tetapi terkadang untuk melakukan kejujuran sangatlah tidak mudah dan selalui dibenturkan oleh permasalahan – permasalahan dan kendala yang dihadapinya yang kesemuanya disebabkan oleh berbagai sebab, seperti keadaan atau situasi, permasalahan teknis hingga bahkan sikap moral.
Dampak positif dari keadilan itu sendiri dapat membuahkan kreatifitas dan seni tingkat tinggi. Karena ketika seseorang mendapat perlakuan yang tidak adil maka orang tersebut akan mencoba untuk bertanya atau melalukan perlawanan “protes” dengan caranya sendiri. Nah… cara itulah yang dapat menimbulkan kreatifitas dan seni tingkat tinggi seperti demonstrasi, melukis, menulis dalam bentuk apabun hingga bahkan membalasnya dengan berdusta dan melakukan kecurangan.
Keadilan adalah pengakuan atas perbuatan yang seimbang, pengakuan secara kata dan sikap antara hak dan kewajiban. Setiap dari kita “manusia” memiliki itu “hak dan kewajiban”, dimana hak yang dituntut haruslah seimbang dengan kewajiban yang telah dilakukan sehingga terjalin harmonisasi dalam perwujudan keadilan itu sendiri.
Keadilan pada dasarnya merupakan sebuah kebutuhan mutlak bagi setiap manusia dibumi ini dan tidak akan mungkin dapat dipisahkan dari kehidupan. Menurut Aristoteles, keadilan akan dapat terwujud jika hal – hal yang sama diperlakukan secara sama dan sebaliknya, hal – hal yang tidak semestinya diperlakukan tidak semestinya pula. Dimana keadilan memiliki cirri antara lain ; tidak memihak, seimbang dan melihat segalanya sesuai dengan proporsinya baik secara hak dan kewajiban dan sebanding dengan moralitas. Arti moralitas disini adalah sama antara perbuatan yang dilakukan dan ganjaran yang diterimanya. Dengan kata lain keadilan itu sendiri dapat bersifat hokum.
Keadilan itu sendiri memiliki sifat yang bersebrangan dengan dusta atau kecurangan. Dimana kecurangan sangat identik dengan perbuatan yang tidak baik dan tidak jujur. Atau dengan kata lain apa yang dikatakan tidak sama dengan apa yang dilakukan.
Kecurangan pada dasarnya merupakan penyakit hati yang dapat menjadikan orang tersebut menjadi serakah, tamak, rakus, iri hati, matrealistis serta sulit untuk membedakan antara hitam dan putih lagi dan mengkesampingkan nurani dan sisi moralitas.
Ada beberapa faktor yang dapat menimbulkan kecurangan antara lain ;
· Faktor ekonomi. Setiap berhak hidup layah dan membahagiakan dirinya. Terkadang untuk mewujudkan hal tersebut kita sebagai mahluk lemah, tempat salah dan dosa, sangat rentan sekali dengan hal – hal pintas dalam merealisasikan apa yang kita inginkan dan pikirkan. Menghalalkan segala cara untuk mencapai sebuah tujuan semu tanpa melihat orang lain disekelilingnya.
· Faktor Peradaban dan Kebudayaan sangat mempengaruhi dari sikapdan mentalitas individu yang terdapat didalamnya “system kebudayaan” meski terkadang halini tidak selalu mutlak. Keadilan dan kecurangan merupakan sikap mental yang membutuhkan keberanian dan sportifitas. Pergeseran moral saat ini memicu terjadinya pergeseran nurani hamper pada setiapindividu didalamnya sehingga sangat sulit sekali untuk menentukan dan bahkan menegakan keadilan.
· Teknis. Hal ini juga sangat dapat menentukan arah kebijakan bahkan keadilan itu sendiri. Terkadang untuk dapat bersikapadil,kita pun mengedepankan aspek perasaan atau kekeluargaan sehingga sangat sulit sekali untuk dilakukan. Atau bahkan mempertahankan keadilan kita sendiri harus bersikap salah dan berkata bohong agar tidak melukai perasaan orang lain. Dengan kata lian kita sebagai bangsa timur yang sangat sopan dan santun.
Keadilan dan kecurangaan atau ketidakadilan tidak akan dapat berjalan dalam waktu bersamaan karena kedua sangat bertolak belakang dan berseberangan.
Jumat, 27 Agustus 2010
Langganan:
Komentar (Atom)